Jumat, 05 Oktober 2012

Sebut saja dia "S"

                      Kali ini kisahku tentang oknum wanita yang membuatku merindu begitu berat, ya begitu berat.
Sebut saja dia "S", mengapa demikian ? ya karena memang pria ini bukanlah pria pemberani yang selalu frontal dalam mengungkapkan sesuatu. Aku hanyalah pria lugu yang hanya berani berselimut dibalik tulisan-tulisan."S" bukanlah wanita yang cantik bagi kebanyakan pria, tapi entah mengapa justru itu yang membuatku tertarik. Ini bukan kesengajaan yang aku ciptakan, mungkin memang skenario Tuhan. Periang dan sederhana yang membuatnya tampak anggun dimataku, namun kaya akan keramahan dan kesantunan. Selalu saja ada senyum yang terukir di bibir indahnya seolah tak pernah ia bersedih. Keseharianku ditemani rasa keingintahuanku akannya. Rasa-rasanya aku telah candu terhadapnya entah mengapa tanpa aku ketahui penyebabnya. Bukan kemesraan bersama secangkir kopi atau mencumbu sebatang rokok yang ku ingin di setiap pagi, melainkan senyum teriring sapa hangat darinya yang selalu menginspirasi. Bahkan dalam setiap sujudku selalu terselip doa tulus bersenandung namanya.



Jumat, 21 September 2012

Januari adalah proses pendewasaan diri




Agak aneh memang mengapa hanya januari yang dijadikan proses pendewasaan diri,mungkin hanya di januari saya belajar apa itu arti dewasa.Januari yang menambah saya semakin tua, januari yang mengajarkan saya tentang perlunya introspeksi diri, januari pula yang memberikan segudang masalah yang membuat saya mengerti, indahnya hikmah dibalik masalah.Terkadang kata puitis bernafaskan hujatan saya lontarkan pada keadaan yang tak menyenangkan, bahkan sering kali menjadikan Tuhan sebagai sumber kesalahan.Tapi yang saya rasakan Desember tak seperti januari ia hanya memberikan saya kesenangan yang justru melalaikan saya akan arti kata syukur,



Januari pun memang tak mungkin menandingi apa yang akan terjadi kelak pada Februari bahkan seterusnya.Bukan artinya menspesialkan Januari tapi memang Januari memiliki tempat spesial tersendiri untuk saya.Itulah Januari yang selalu menuntut saya untuk lebih bijak,dewasa menentukan sikap dengan mengakrabkan saya akan masalah.Januari akan segera pergi, ketika nanti datang Februari yang lebih indah semoga saya takkan melupakan indah yang telah diberikan Januari.






















Catatan ngawur edisi Januari

Senin, 27 Februari 2012

Dear F!

Tak banyak kata-kata indah yang tertuang dalam tulisan ini, sekedar kata-kata yang menggambarkan pengagumanku terhadapmu F!
F! diam-diam aku selalu memperhatikanmu, diam-diam pula aku selalu merindukanmu entah mengapa, mungkin setelah permusuhan itu.
Aku mengerti itu bukanlah permusuhan hanya sekedar mengendurkan ikatan yang terlalu kencang, agar timbul kenyamanan. Layaknya tali sepatu yang terikat begitu kuat.
Setelah permusuhan itu aku tak lagi dapat menjumpai ragamu, apalagi sampai bertegur sapa walau hanya berkata "Hai".
Di hari 10-10-2010 terakhir kali ku bersenda gurau sambil sesekali melemparkan senyum manja. Saat ini mungkin mustahil atau bahkan tak akan pernah untuk terulang. Namun begitu, aku justru menjadi lelaki yang kuat tak seperti dulu. Dear F! keseharianku saat ini hanyalah membaca karya tulismu yang kau lahirkan dari jemari indahmu. Hanyutku terbawa suasana emosi yang kau hadirkan di setiap kata. Kuhabiskan waktuku hanya untuk mencari tahu aktivitasmu, bahkan terkadang melompat kegirangan saat kau menolehku walau tak sampai 1 detik.
Terima Kasih F! telah memberikan warna dikehidupanku, kau akan tetap menjadi yang terindah.