Senin, 27 Februari 2012

Dear F!

Tak banyak kata-kata indah yang tertuang dalam tulisan ini, sekedar kata-kata yang menggambarkan pengagumanku terhadapmu F!
F! diam-diam aku selalu memperhatikanmu, diam-diam pula aku selalu merindukanmu entah mengapa, mungkin setelah permusuhan itu.
Aku mengerti itu bukanlah permusuhan hanya sekedar mengendurkan ikatan yang terlalu kencang, agar timbul kenyamanan. Layaknya tali sepatu yang terikat begitu kuat.
Setelah permusuhan itu aku tak lagi dapat menjumpai ragamu, apalagi sampai bertegur sapa walau hanya berkata "Hai".
Di hari 10-10-2010 terakhir kali ku bersenda gurau sambil sesekali melemparkan senyum manja. Saat ini mungkin mustahil atau bahkan tak akan pernah untuk terulang. Namun begitu, aku justru menjadi lelaki yang kuat tak seperti dulu. Dear F! keseharianku saat ini hanyalah membaca karya tulismu yang kau lahirkan dari jemari indahmu. Hanyutku terbawa suasana emosi yang kau hadirkan di setiap kata. Kuhabiskan waktuku hanya untuk mencari tahu aktivitasmu, bahkan terkadang melompat kegirangan saat kau menolehku walau tak sampai 1 detik.
Terima Kasih F! telah memberikan warna dikehidupanku, kau akan tetap menjadi yang terindah.