Jumat, 05 Oktober 2012

Sebut saja dia "S"

                      Kali ini kisahku tentang oknum wanita yang membuatku merindu begitu berat, ya begitu berat.
Sebut saja dia "S", mengapa demikian ? ya karena memang pria ini bukanlah pria pemberani yang selalu frontal dalam mengungkapkan sesuatu. Aku hanyalah pria lugu yang hanya berani berselimut dibalik tulisan-tulisan."S" bukanlah wanita yang cantik bagi kebanyakan pria, tapi entah mengapa justru itu yang membuatku tertarik. Ini bukan kesengajaan yang aku ciptakan, mungkin memang skenario Tuhan. Periang dan sederhana yang membuatnya tampak anggun dimataku, namun kaya akan keramahan dan kesantunan. Selalu saja ada senyum yang terukir di bibir indahnya seolah tak pernah ia bersedih. Keseharianku ditemani rasa keingintahuanku akannya. Rasa-rasanya aku telah candu terhadapnya entah mengapa tanpa aku ketahui penyebabnya. Bukan kemesraan bersama secangkir kopi atau mencumbu sebatang rokok yang ku ingin di setiap pagi, melainkan senyum teriring sapa hangat darinya yang selalu menginspirasi. Bahkan dalam setiap sujudku selalu terselip doa tulus bersenandung namanya.